Senin, 31 Maret 2008

Renungan Kata Pengisi Jiwa

Jika kamu memancing ikan, setelah ikan itu terlekat di mata kail hendaklah kamu mengambil terus ikan itu. Janganlah sekali-kali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja karena hal itu akan membuatnya sakit sebab ketajaman mata kailmu, dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup…

Begitu juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang. Setelah ia mula menyayangimu, hendaklah kamu menjaga hatinya. Janganlah sekali-kali kamu terus meninggalkannya begitu saja karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatimu…

Jika kamu menadah air biarlah berpada. Jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh. Cukuplah sekedar memenuhi keperluanmu. Karena apabila sekali ia retak, tentu sukar untuk kamu menambalnya semula. Akhirnya ia dibuang sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya, mungkin ia masih boleh digunakan lagi…


Begitu juga jika kamu memiliki seseorang terimalah apa adanya. Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa. Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan kesalahan, bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya. Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya. Sedangkan jika kamu memaafkannya, boleh jadi hubungan kamu akan berterusan hingga ke akhirnya…

Jika kamu telah memiliki sepiring nasi yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan, berkhasiat, mengapa kamu berlengah dan cuba mencari makanan yang lain. Terlalu ingin mengejar kelazatan. Kelak, nasi itu akan meanjadi basi dan kamu tidak boleh memakannya lagi. Kamu akan menyesal…

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan yang kamu pasti membawa kebaikan kepada dirimu, menyayangimu, mengasihimu, mengapa kamu berlengah dan cuba membandingkannya dengan yang lain? Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak kamu akan kehilangannya, apabila ia menjadi milik orang lain. dan pada akhirnya kamu juga yang akan menyesal……

jadi pikirkanlah dengan matang dan baik semua keputusan sebelum kita mengerjakannya, jangan sampai kita tererumus pada penyesalan. "Fakkir Qobla An-Ta'zima" .

>